Debat
Ke – 1 Capres Cawapres Pilpres 2019
1. Luas Jawa Tengah Lebih Luas dari Malaysia
Prabowo menyinggung masalah kesejahteraan
pejabat di daerah yang tak sebanding dengan luas wilayah yang ditanganinya.
Prabowo menyebutkan bahwa luas wilayah Jawa
Tengah lebih besar daripada Malaysia, padahal gaji pejabat tersebut terbilang
tidak tinggi.
"Sebagai contoh, bagaimana bisa seorang gubernur gajinya
hanya Rp 8 juta? Kemudian dia mengelola provinsi, umpamanya Jawa Tengah yang
lebih besar dari Malaysia dengan APBD yang begitu besar," kata Prabowo.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik
(BPS), luas wilayah Jawa Tengah pada tahun 2017 adalah 32.544,12 kilometer
persegi.
2. Gaji Gubernur Rp 8 Juta
Prabowo menyampaikan pernyataannya bahwa gaji
gubernur sekitar Rp 8 juta.
"Kami menilai perlu ada langkah-langkah konkret. Bagaimana
bisa seorang gubernur hanya bergaji Rp 8 juta?" kata Prabowo.
Besaran gaji pokok kepala daerah mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2000. Dalam aturan itu, besaran gaji pokok
kepala daerah tingkat provinsi sebesar Rp 3 juta per bulannya.
Berdasarkan Kepurusan Presiden Republik Indonesia
Nomor 68 Tahun 2001, tunjangan jabatan kepala daerah tingkat provinsi sebesar
5,4 juta.
3. Anak Presiden Jokowi tak
lulus tes CPNS
Jokowi dalam debat perdana menyinggung masalah
anak perempuannya, Kahiyang Ayu, yang tidak lolos CPNS.
Menurut Jokowi, ini membuktikan bahwa seleksi
ASN (aparatur sipil negara) di era pemerintahannya sudah berjalan transparan
dan akuntabel.
"(Soal tes CPNS) rekrutmennya berjalan dengan transparan,
akuntabel, dan bisa semua orang melihat dan sekarang sudah kita lakukan. Semuanya
bisa cek, hasilnya juga bisa cek, anak saya tidak bisa terima di situ karena
memang tidak lulus," kata Jokowi.
Pada 2017, putri sulung Jokowi memang
mengikuti tes CPNS sebagai Pemeriksa Pertama Pemerintah Kota Surakarta. Berdasarkan
keterangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN
RB) saat itu, Yuddy Chrisnandi, pihaknya menjamin tidak ada keistimewaan yang
diberikan kepada Kahiyang.
Total nilai Kahiyang saat itu adalah 300,
dengan rincian 50 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 95 untuk Tes Intelegensia
Umum (TIU), dan 155 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Capaian nilai
tersebut tidak memenuhi syarat lolos seleksi sesuai dengan peraturan yang ada.
4. Pernyataan Prabowo soal "Tax Ratio"
Indonesia
Prabowo mengklaim maraknya
korupsi di Indonesia disebabkan penghasilan ASN terbilang kecil. Karena hal
tersebut, Prabowo berjanji akan menaikkan rasio pajak sehingga gaji ASN dapat meningkat.
Dari data Direktorat Jenderal
Pajak Kementerian Keuangan, pada tahun 2018, indeks tax ratio Indonesia
mengalami peningkatan sebesar 0,8 persen, menjadi 11,5 persen.
5. Bonus Atlet Asian Para Games
Jokowi mengklaim bonus yang diberikan untuk atlet Asian Para
Games 2018 sama besar dengan bonus atlet Asian Games 2018.



